Beranda > Artikel > Aneh, Larangan Merokok di Tempat Umum Tak Berlaku di DPR

Aneh, Larangan Merokok di Tempat Umum Tak Berlaku di DPR

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo tidak akan menegur anggota DPR yang merokok di dalam ruangan meski sudah ada peraturan Gubernur DKI yang melarang hal tersebut. Fauzi Bowo di Bala Kkota DKI Jakarta, Jumat (15/10), mengatakan pihaknya akan mensosialisasikan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No.88/2010 tentang Perubahan Pergub No.75/2005 tentang Kawasan Dilarang Merokok kepada Sekretariat DPR.

“Kita akan melakukan sosialisasi secara bertahap peraturan tentang merokok. Di DPR bukan di luar teritori Jakarta, tetapi kita sosialisasikan kepada sekretariatnya,” ujar Foke, panggilan Fauzi Bowo. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meniadakan tempat khusus merokok di kawasan balai kota dan diikuti seluruh kantor dan gedung milik pemerintah setempat.

Penutupan yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Jakarta, Rabu, itu merupakan pelaksanaan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No.88/2010 tentang Perubahan Pergub No.75/2005 tentang Kawasan Dilarang Merokok.

Pergub Nomor 88/2010 berisi dua hal pokok revisi, yaitu larangan merokok di dalam gedung dan pemberian sanksi administrasi berupa penyebutan nama tempat kegiatan atau usaha secara terbuka kepada publik lewat media massa jika terdapat pihak yang melanggar.

“Sesuai pergub yang baru, mulai hari ini, ruangan merokok di dalam gedung ditutup dan ditiadakan. Penanggung jawab gedung atau tempat usaha yang tidak mematuhi pergub ini akan dikenakan sanksi dipublikasikan di media massa sebagai tanggung jawab moral karena sanksi hukuman sering disepelekan,” kata Fauzi Bowo.

Dia mengatakan Pergub No.88/2010 dikeluarkan karena penyediaan ruang khusus rokok tersebut dinilai tidak lagi efektif menekan aktifitas merokok bagi warga. Fauzi Bowo mengatakan, pihaknya telah mengedarkan surat sosialisasi mengenai Pergub tersebut kepada sejumlah pusat perbelanjaan dan dicantumkannya perintah penutupan tempat merokok dan menempelkan poster perintah merokok di luar gedung.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengatakan, Pergub DKI No.88/2010 tidak berlaku di kompleks DPR. Makanya, anggota DPR bebas merokok, termasuk merokok di ruangan berpendingin udara. Pramono mengatakan, Pergub DKI tersebut hanya berlaku di tempat umum seperti rumah sakit atau pusat perbelanjaan.(Ant/DOR)

Sumber: http://bit.ly/bYlnXY

Kategori:Artikel
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s